Tinjau Sawah Terdampak Banjir, Kepala BBRMP Sulbar Dorong Perbaikan Drainase di Matakali dan Mapilli
POLEWALI MANDAR-Kepala BBRMP Sulawesi Barat bersama rombongan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Polewali Mandar guna meninjau langsung kondisi lahan persawahan yang kerap terdampak banjir di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Matakali dan Kecamatan Mapilli.
Kunjungan diawali di Kecamatan Matakali dengan meninjau lokasi persawahan yang sering mengalami genangan air saat curah hujan tinggi. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, diketahui bahwa banjir yang terjadi di area persawahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya dangkalnya aliran Sungai Matakali sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Selain itu, kondisi saluran pembuang di wilayah tersebut juga telah mengalami pendangkalan. Di beberapa titik bahkan terlihat bahwa ketinggian saluran pembuang hampir sejajar dengan lahan persawahan, sehingga air tidak dapat mengalir keluar secara optimal dan menyebabkan genangan yang cukup lama di lahan sawah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman bahkan gagal panen (puso) pada 133,68 Ha.
Permasalahan lainnya adalah belum tersedianya pintu air yang dapat berfungsi mengatur aliran air dari sungai menuju area persawahan. Ketika debit air sungai meningkat akibat curah hujan tinggi, air sungai kerap meluap dan masuk ke area persawahan petani.
Selain itu rombongan juga meninjau kondisi persawahan di Kecamatan Mapilli. Di wilayah ini, ratusan hektare lahan sawah berpotensi terdampak genangan air ketika curah hujan tinggi. Hal ini disebabkan belum tersedianya saluran pembuangan yang memadai untuk mengalirkan kelebihan air dari area persawahan.
Menindaklanjuti berbagai temuan di lapangan tersebut, BBRMP Sulbar akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sungai dan infrastruktur sumber daya air. Koordinasi ini merupakan bagian dari upaya sinergi antar instansi dalam mencari solusi terhadap permasalahan banjir yang kerap terjadi di lahan persawahan petani, termasuk kemungkinan normalisasi Sungai Matakali hingga ke muara serta penanganan sistem drainase yang lebih baik.
Melalui langkah koordinasi tersebut diharapkan permasalahan banjir yang sering terjadi di wilayah persawahan Kecamatan Matakali dan Mapilli dapat ditangani secara bertahap sehingga aktivitas pertanian dan produksi padi petani tetap dapat terjaga.